Login

Alternatif Media Tanam Untuk Jamur (Baglog)

29 Mei 2020 10:39:19 | Berita & Artikel

Tanaman umumnya membutuhkan tanah sebagai tempat hidupnya. Pasalnya, tanah memiliki unsur hara dan mikroorganisme penting untuk tanaman, di antaranya nitrogen, fosfat, bakteri dan cacing. Sedangkan beberapa tanaman justru lebih suka hidup pada media air, karena tubuhnya tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama atau memiliki akar yang cukup kuat untuk tumbuh di tanah, misalnya enceng gondok atau teratai.

Lain halnya dengan jamur. Jamur sebenarnya tidak termasuk tanaman, karena tidak melakukan fotosintesis. Dengan tubuh yang biasanya hanya terdiri dari tudung dan batang, jamur berkembang  biak dengan cara yang berbeda dari tanaman. Dalam hal nutrisi pun jamur memiliki kebutuhan yang berbeda dari tanaman pada umumnya.

Tanaman menyerap nutrisi melalui akar dan mulut daun (bagian bawah daun). Nutrisi yang bisa diserap pun biasanya harus sudah terurai lebih dahulu, baik secara alami atau dengan bantuan mikroorganisme. Sedangkan jamur akan mengeluarkan zat yang mampu mengurai media tanamnya sendiri, sehingga jamur menyukai media yang kaya karbohidrat kompleks seperti selulosa dan hemiselulosa. Itu sebabnya, jamur bisa kita temukan pada batang kayu atau pohon yang lembap.

Ada beberapa bahan yang biasanya digunakan untuk media tanam jamur.

1. Serbuk Kayu atau Serbuk Gergaji
Serbuk kayu atau sisa penggergajian kayu adalah bahan  yang paling sering digunakan untuk media tanam jamur. Tapi seiring meningkatnya permintaan akan jamur, serbuk kayu makin sulit diperoleh. Serbuk kayu mengandung lignoselulosa, lignin, dan serat yang lebih tinggi daripada bahan lainnya, sehingga cocok dijadikan sebagai media tanam jamur. Serbuk kayu bisa berasal dari berbagai macam kayu, asalkan tidak mengandung minyak, bebas dari bahan kimia, kering, bersih, dan tidak bergetah. Beberapa kayu yang sering digunakan adalah sengon, karet, dan jati.

2. Dedak
Dedak merupakan sumber karbohidrat dan nitrogen yang cukup baik untuk jamur. Karbon yang dihasilkan dari penguraian karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, sedangkan nitrogen membantu membangun miselium dan metabolisme dalam tubuhnya.

3. Kardus
Sama seperti serbuk kayu, kardus juga mengandung serat cukup tinggi. Pada sebuah percobaan, jamur tiram yang ditanam dengan media kardus memiliki masa produktif lebih lama daripada media lainnya, yaitu sekitar 3 – 5 bulan.

4. Jerami
Jerami mengandung sekitar 30% selulosa dan 17% hemiselulosa. Dibandingkan sekam padi, jerami mampu mempertahankan kelembaban dan suhu yang sesuai untuk jamur, serta memberikan nutrisi yang dibutuhkan jamur.

5.Bonggol jagung
Bonggol jagung, yang biasanya digunakan pakan ternak, ternyata mengandung lignoselulosa cukup tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai media tanam jamur. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Sains dan Seni ITS menyebutkan bonggol jagung mengandung hemiselulosa sebesar 36% dan selulosa 41%. Sedangkan kandungan ligninnya lebih rendah daripada kayu sengon, yang berarti masa panen jamur pada bonggol jagung bisa lebih cepat. Jenis jamur yang biasanya menggunakan media tanam bonggol jagung adalah jamur merang atau jamur tiram. Penggunaan bonggol jagung sebagai alternated media tanam jamur cukup menarik. Pasalnya produksi jagung Indonesia semakin naik. Kenaikan produksi jagung selalu diikuti dengan kenaikan produksi bonggol jagung. (vno)