Login

Menanam Jambu Air Dalam Pot

Dipublikasikan pada 29 Oktober 2018 18:07:55

How To

Cuaca panas pastinya membuat dahaga tidak tertahankan. Membayangkan duduk bersantai di teras yang teduh sambil menyantap jambu air yang manis tentu menggiurkan. Apalagi kalau jambu air itu hasil kebun sendiri. 

“Tapi menanam pohon buah kan harus di tanah yang luas?”, mungkin begitu pikir sebagian dari para pembaca. Jangan khawatir, budidaya tanaman buah sekarang tidak terbatas di lahan terbuka, tapi bisa juga di pekarangan rumah, bahkan menggunakan pot.

Bagaimana caranya? Simak penjelasan di bawah ini.

Sekilas Tentang Jambu Air

  • Jambu air berasal dari Cina dan Indonesia, tapi perkembangannya justru lebih pesat di negara lain.
  • Jambu air bisa tumbuh di hampir seluruh daerah di Indonesia, dengan ketinggian sekitar 500 meter dpl.
  • Jambu air terdiri atas jambu air manis dan jambu air masam. Beberapa jenis jambu air manis yang populer adalah cincalo gondrong hijau, cincalo merah, jambu kaget hijau, camplong Madura, klampok Madura, lilin merah, lilin hijau, sukaluyu, dan cintra.
  • Jambu air termasuk tanaman musiman  yang berbuah sekitar bulan Juni – Agustus dan November – Desember. Untuk berbuah, jambu air menghendaki musim kemarau lebih dari 4 bulan.

Memilih bibit

  • Pemilihan jenis bibit mempengaruhi kecepatan tanaman berbunga dan berbuah
  • Bibit jambu air yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif, seperti cangkok, okulasi, dan sambung pucuk
  • Bibit yang akan ditanam sebaiknya sudah berusia sekitar 2 – 3 bulan

Memilih pot yang tepat

  • Bahan pot yang paling banyak digunakan adalah drum bekas.
  • Ukuran pot yang cocok untuk menanam jambu air adalah yang berdiameter 50 – 70 cm dengan ketinggian 40 cm, dengan ganjalan sekitar 10 cm dari tanah
  • Beri campuran bata dan kerikil ke dalam pot sebelum menambahkan media, sehingga aerasi / pembuangan air baik. Jambu air tidak menyukai air yang menggenang

Penanaman

  • Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah humus, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  • Jika tanah terlalu liat atau terlalu berpasir, maka perbandingannya menjadi 2 : 1 : 2
  • Tambahkan pupuk dasar berupa campuran urea, SP36, dan NPK dengan perbandingan 1 : 4 : 2 sebanyak 3 sendok makan per pot
  • Pindahkan bibit jambu air ke dalam pot yang telah disiapkan
  • Letakkan tanaman pot baru di tempat teduh selama sebulan.
  • Setelah sebulan, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari langsung setidaknya 5 jam sehari

Pemupukan Rutin

  • Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 3 bulan setelah penanaman.
  • Pupuk yang digunakan urea, SP36, dan NPK dengan perbandingan 1 : 4: 2
  • Tambahkan pupuk kandang 0,5 – 1 kg setiap 3 bulan pada  musim kemarau atau 2 – 2,5 bulan sekali pada musim hujan.
  • Sejak berumur 2 – 12 bulan, beri pupuk daun dengan kandungan nitrogen tinggi setiap 2 minggu sekali.
  • Setelah tanaman berumur lebih dari satu tahun, beri pupuk daun dengan kandungan fosfor tinggi dan pupuk cair yang mengandung ZPT tiga minggu sekali. 

Pengairan 

  • Pada awal penanaman, air harus disiramkan secara teratur pada pagi dan sore hari, terutama pada musim kemarau
  • Penyiraman hanya sampai tanah menjadi lembab dan air tidak menggenang
  • Jika tanaman mulai tumbuh daun dan cabang baru, penyiraman dapat mulai dikurangi menjadi 3 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi tanah.

Pemanenan 

  • Tabulampot jambu air akan mulai berbuah pada usia 1 tahun.
  • Untuk melindungi buah jambu air dari serangan hama dan penyakit, sebaiknya lakukan pembungkusan buah.
  • Pembungkusan buah dapat menggunakan plastik bening.