Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih terus menghantui masyarakat. Cepatnya penyebaran virus tersebut membuat pemerintah melakukan tindakan pencegahan dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan physichal distancing. Mereka disarankan untuk tinggal dirumah dan menghindari kerumunan.
Namun demikian, kebutuhan sehari – hari seperti sembako tetap harus terpenuhi. Saat hal ini terjadi, para petani di seluruh Indonesia tetap berjuang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Memasuki musim panen raya yang berlangsung pada akhir Maret hingga April 2020, bukan hanya petani dari Sumatera saja yang siap panen raya. Petani dari Jawa juga siap panen untuk menjaga stock beras di tengah isu pandemi COVID-19 yang sedang merebak.
Misalnya Kelompok Tani Sido Makmur 1 dari Desa Siwitan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang sudah mulai panen padinya pada musim tanam pertama (MT-1) dengan luas tanam mencapai 3625 hektare. Sampai saat ini luas kawasan yang sudah dipanen mencapai 1418 hektare dan sisa luas yang belum dipanen untuk desa tersebut yakni 2207 hektare.
“Hari ini kami bersama tim penyuluh sedang melaksanakan kegiatan panen walaupun di tengah-tengah isu corona yang ada, petani tetap eksis di lapangan untuk menjaga ketahanan pangan,” kata Ketua Kelompok Tani Sido Makmur dalam keterangannya, Jumat (27/03/2020).
Sama dengan Rembang, sawah – sawah di Demak juga akan segera memasuki musim panen raya. Seluruh hamparan sawah yang siap panen di kabupaten tersebut diperkirakan seluas 26.876 hektare dengan harga gabah Rp 4.300 hingga Rp 4.600. Adapun wilayah Jawa lain yang ikut meramaikan musim panen seperti Pemalang, Malang, dan Kendal. Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang misalnya, potensi panen bulan Maret 2.217 hektare atau setara 12.785ton.
Selain itu, Kabupaten Malang berpotensi panen di bulan Maret 13.648 hektare atau setara 81.005 ton. Sedangkan bulan April berpotensi panen 11.721 hektare atau setara 74.169 ton. Di Kabupaten Kendal juga ikut panen raya dimana potensi luas panen bulan Maret 5.980 hektare atau setara 32.890 ton dan untuk bulan April 8.281 hektare atau setara 45.545,5 ton.
Salah satu petani asal Demak, Rudi, megatakan jika Kabupaten Demak merupakan salah satu tulang punggung pangan di Jawa Tengah. Ia mengatakan jika seluruh petani Demak siap mendukung suksesnya program Kementrian Pertanian (Kementan).
Selain petani, pemerintah dalam hal ini Kementan sendiri melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) tetap akan melakukan pendampingan petani melalui penyuluhan secara teleconference. Dengan demikian diharapkan kebutuhan pangan di tengah merebaknya virus COVID-19 dapat tercukupi.(dnt)