Untuk membatasi penyebaran virus corona yang mewabah di Cina sejak akhir tahun 2019, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara impor hewan hidup dari Cina.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam berbagai sumber mengatakan bahwa komoditas hortikultura dan buah-buahan tidak termasuk dalam komoditas impor yang dihentikan sementara. Pasalnya, belum ada konfirmasi bahwa komoditas pangan menjadi media penyebaran virus korona. Selain itu, Wuhan yang merupakan sumber penyebaran virus Korona, bukan sentra bawang putih yang diimpor Indonesia.
Namun hingga saat ini, Kementerian Pertanian belum juga mengeluarkan rekomendasi impor bawang putih asal Cina. Sementara itu, harga bawang putih dalam negeri mulai terpengaruh.
Harga Merangkak Naik Sejak Pertengahan Desember 2019
Harga bawang putih dalam negeri, terutama bawang putih kating, mengalami kenaikan cukup signifikan sejak akhir tahun 2019. Data pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga bawang putih di pasar tradisional mulai naik sekitar awal tahun ini, kemudian terjadi lonjakan harga pada awal bulan Februari 2020. Dibandingkan awal Desember 2019, harga bawang putih saat ini sudah naik sekitar 40%. Di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Barat, harganya bahkan sudah menyentuh 55 ribu.
Namun Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian mengatakan kenaikan harga bawang putih saat ini bukan disebabkan oleh pembatasan impor dari Cina, melainkan akibat faktor cuaca dan masalah pada distribusi. Terkait pasokan dalam negeri, sisa realisasi impor bulan Oktober 2019 masih bisa menyokong kebutuhan dalam negeri hingga akhir Februari. Sedangkan untuk bulan Maret, stok bawang putih dalam negeri berharap pada panen raya yang diperkirakan mampu menghasilkan 60 ribu ton bawang putih.
Sentra Bawang Putih Nasional
Dua sentra bawang putih nasional terbesar saat ini adalah Provinsi Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Tahun 2018, dua provinsi ini memproduksi 32.600 ton bawang putih atau sekitar 83% produksi bawang putih nasional.
Dalam rangka pengembangan sektor bawang putih, Kabupaten Temanggung dan Lombok Timur mendapatkan prioritas utama dari pemerintah. Selain dua wilayah ini, terdapat 6 wilayah lain yang juga mendapat perhatian untuk pengembangan bawang putih, yaitu Kabupaten Bandung, Magelang, Tegal, Malang, Lumajang, dan Solok.
Mayoritas Kebutuhan Dipenuhi Oleh Impor
Kebutuhan bawang putih dalam negeri berada di kisaran 500 ribu ton per tahun dan terus menunjukkan tren naik. Meski menjadi bumbu utama dalam kuliner Indonesia, pasokan bawang putih nasional sebagian besar masih dipenuhi dari impor. Kementerian Pertanian mencatat, impor bawang putih tiap tahunnya masih sekitar 90% dari total pasokan bawang putih Indonesia. Selama ini, bawang putih impor sangat bergantung pada Cina. Sekitar 90% dari total bawang putih impor berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
Selain Cina, Indonesia juga mengimpor bawang putih dari Taiwan, Singapore, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, India, dan Australia, namun dalam persentase sangat kecil. Jika impor bawang putih Cina benar-benar dihentikan, maka kuota impor bawang putih dari negara-negara tersebut sepertinya akan diperbesar, atau malah mengalihkan asal impor ke negara-negara produsen bawang putih besar lainnya, seperti Spanyol dan Argentina. (ssi)