Daun stevia merupakan salah satu tumbuhan yang dapat menggantikan gula tebu yang selama ini dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Daun ini mengandung senyawa kimia steviol glycosides yang menyebabkan stevia memiliki rasa manis 200-300 kali lipat dibandingkan dengan gula. Meski sangat manis, stevia sendiri aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung kalori. Justru daun stevia berfungsi dalam meningkatkan produksi insulin (hormon alami hasil produksi pankreas) dalam mengolah dan menyeimbangkan glukosa dalam darah, sehingga stevia baik dikonsumsi untuk penyembuhan maupun pencegahan penyakit diabetes.
Di negara Indonesia, gula pasir adalah jenis gula yang paling banyak dikonsumsi dibandingkan gula lainnya. Gula pasir merupakan kristalisasi dari sukrosa yang berasal dari tebu. Per 100 gram gula pasir pada umumnya mengandung 387 kalori. Sedangkan menurut Frederik S. Waworuntu, M.Sc.HH, Master of Science in Holistic Health dan ahli naturopathy mengatakan rata-rata manusia hanya membutuhkan 500 kalori setiap hari, sedangkan asupan kalori orang rata-rata 100% lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan.
Semua produk makanan atau minuman yang beredar di masyarakat banyak mengandung gula, baik dalam kadar yang rendah maupun tinggi. Konsumsi berlebihan yang tidak diimbangi dengan aktivitas olahraga teratur tentu akan menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti obesitas, penyakit jantung, kerusakan gigi, hingga terkhusus adalah diabetes.
Penyakit diabetes ini menyebabkan para penderitanya harus mengurangi konsumsi gula atau bahkan tidak lagi mengonsumsi gula dalam jangka waktu yang ditentukan. Tentu saja ini menjadi masalah tersendiri bagi penderita diabetes karena mau tidak mau harus mengonsumsi makanan non gula yang sudah pasti dilihat dari segi rasa tidak memuaskan. Maka diperlukan alternatif gula dari olahan non tebu yang aman dikonsumsi meskipun dengan jumlah banyak.
Melihat fenomena ini, maka budidaya stevia memiliki peluang bisnis yang menarik. Selain karena produksinya yang masih sangat sedikit, stevia juga menjadi solusi pencegahan atau pemulihan penyakit khususnya diabetes. Dengan tren masyarakat yang mulai menyadari pentingnya hidup sehat dan tingginya angka penderita diabetes dimana menurut International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat 6 dunia dengan 10,3 jiwa di tahun 2017 dan terus meningkat di tiap tahunnya, maka budidaya stevia memiliki prospek yang menjanjikan.
Biaya Investasi
Biaya Variabel
Total Biaya
= biaya investasi + biaya variabel
= 2.700.000 + 10.500.000
= 13.200.000
Tiap 1000 meter persegi dapat menghasilkan 1 ton stevia kering. Harga pasar stevia kering rata-rata berada di kisaran 20.000 / kg.
Pendapatan Per Panen
= 1.000 kg x 20.000
= 20.000.000
Keuntungan bersih
= total pendapatan – total biaya
= 20.000.000-13.200.000
= 6.800.000
Jadi keuntungan bersih yang didapatkan sekali panen adalah 6.800.000. Dan daun stevia sendiri memiliki produktivitas tinggi, sehingga dalam 1 tahun dapat panen hingga 12 kali.