Login

Kaya Manfaat, Daun Stevia Jadi Altrenatif Pengganti Gula

28 November 2019 12:20:45 | Berita & Artikel

Stevia adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Latin. Daun Stevia yang termasuk dalam keluarga buga matahari memiliki nama latin Stevia rebaudiana. Daun tersebut telah banyak dibudidayakan di Paraguay, Kenya, Cina, Amerika, Vietnam, Brazil, India, Argentina, dan Kolombia. Daun ini memiliki rasa manis alami sehingga tidak jarang digunakan sebagai pemanis dan bahkan juga diolah menjadi gula. Untuk penggunaan gula stevia, awalnya mulai dikenal luas setelah ditemukan dan diperkenalkan oleh ahli botani Antonio Bartoni pada tahun 1887.

Biasanya daun stevia dikonsumsi dengan cara diminum, yaitu cukup mencampurkannya kedalam teh ataupun minuman lainnya. Kandungan senyawa kimia steviol glycosides menyebabkan daun ini memiliki rasa manis alami yang bahkan, tingkat kemanisannya 250-300 kali lipat dibandingkan dengan sukrosa (gula murni). Meskipun memiliki rasa jauh lebih manis dari gula, daun stevia tidak memiliki kalori atau nol kalori, sehingga stevia sering digunakan sebagai pengganti gula. Jepang adalah salah satu negara yang memasarkan 5,6% stevia pengganti pemanis buatan seperti aspartam dan sakarin.

Kebanyakan masyarakat Indonesia belum begitu mengenal daun stevia karena sebagian besar gula yang beredar dan dikonsumsi merupakan olahan tebu. Padahal stevia dapat menjadi alternatif pengganti gula yang menyehatkan dan memiliki beberapa manfaat yaitu :

  1. Baik Untuk Penderita Diabetes
    Selain tidak mengandung karbohidrat dan kalori, stevia juga dapat memperbaiki kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) dengan cara meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas yang berfungsi dalam mengontrol kadar gula dalam darah agar tetap berada dalam rentang yang normal. Sehingga dengan mengonsumsi stevia dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Bagi penderita diabetes, mengonsumsi stevia dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

  2. Menurunkan Tekanan Darah
    Kandungan glikosida dalam ekstrak daun stevia dapat mengoptimalkan fungsi saluran urin dan melebarkan pembuluh darah. Selain itu, sebuah studi di tahun 2003 menunjukan dengan mengonsumsi daun stevia berpotensi menurunkan tekanan darah, menormalkan tekanan darah, serta mengatur kestabilan detak jantung.

  3. Mencegah Kanker
    Senyawa stevia yang diturunkan disebut Isosteviol dapat membantu dalam mencegah beberapa jenis kanker, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi September 2005 jurnal “Life Sciences”. Isosteviol juga menunjukan manfaat anti-kanker terbesar dibandingkan 12 senyawa stevia lainnya. Senyawa ini juga mencegah pertumbuhan sel dalam kultur jaringan sel kanker manusia. Selain itu, senyawa stevia dapat mengurangi peradangan. Stevia mengandung sterol dan senyawa antioksidan (kaempferol, quercetin, asam chlorogenic, asam caffeic, isoquercitrin, dan isosteviol). Penelitian menemukan bahwa kaempferol dapat mengurangi risiko kanker pankreas sebesar 23%. (kls)