Bawang prei (Allium porrum) merupakan salah satu sayuran yang dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini mirip dengan loncang, karena memang masih satu keluarga. Bawang prei memiliki daun lebih lebar dan pipih daripada loncang.
Sama seperti loncang, bawang prei relatif mudah dibudidayakan. Bawang prei merupakan tanaman sayuran daun berumur pendek (semusim). Batang bawang prei berwarna putih dan daunnya cenderung pipih (tidak berongga). Bawang prei bisa ditanam pada musim kemarau atau musim hujan. Bawang prei menyukai tanah gembur dan tidak tergenang air.
Benih bawang prei bisa berasal dari biji atau tunas anakan (stek tunas). Dengan jarak tanam sekitar 20 x 25 cm, jumlah benih yang dibutuhkan per hektar sekitar 200 ribu stek batang atau 2 kg biji. Benih dari biji harus disemai dahulu sebelum ditanam di lahan. Media semainya berupa campuran pupuk kandang dan tanah (1:1).
Berikut adalah analisis usaha budidaya bawang prei untuk lahan seluas 1000 m2 saat musim hujan
Biaya Tetap
Biaya Tidak Tetap
Sehingga total biaya yang diperlukan untuk menanam bawang prei sebesar Rp 3.690.000
Pendapatan
Produktivitas bawang prei bisa berkisar antara 10 – 15 ton per hektar, sehingga untuk lahan 1000 m2 dapat menghasilkan sekitar 1 – 1,5 ton bawang prei. Dengan harga rata-rata sekitar Rp 6.000 per kilogram, maka pendapatan dari budidaya bawang prei di lahan seluas 1000 m2, sekitar Rp 6.000.000. (ssi)