Login

Siapkan Hal-Hal Berikut Agar Hasil Panen Tetap Baik Saat Hujan Tiba

Dipublikasikan pada 21 Oktober 2019 15:51:22

Berita & Artikel

Kondisi lingkungan saat musim hujan tentu berbeda dari musim kemarau. Dampaknya, tantangan budidaya saat musim hujan tentu juga berbeda. Saat musim hujan, kebutuhan air relatif lebih mudah dipenuhi. Yang biasanya menjadi masalah justru soal pembuangan untuk air yang berlebih. Kondisi lembab juga tidak bisa dihindari saat hujan. Jika ingin hasil panen tetap baik, tentunya ada beberapa penanganan yang harus disesuaikan.

Varietas tahan hujan/lembab
Tidak semua verietas tanaman cocok untuk ditanam saat musim hujan. Sebaiknya pilih varietas yang tahan kelembaban tinggi atau yang tahan guyuran air hujan. Kelembaban tinggi juga membuat tanaman rentan terserang jamur. Oleh karena itu, varietas tahan serangan jamur juga bisa jadi pilihan yang baik untuk ditanam saat musim hujan.

Parit/drainase
Air dapat dengan mudah tercukupi saat musim hujan. Namun hujan deras bisa menyebabkan air yang menggenang. Dan air yang menggenang bisa jadi menyebabkan kebusukan tanaman. Karenanya, pastikan membuat parit yang cukup dalam di lahan. Parit biasanya memiliki kedalaman sekitar 40 cm dan lebar 70 – 80 cm.

Jarak tanam tidak terlalu rapat
Terutama untuk tanaman-tanaman yang memiliki daun lebar atau rimbun, jarak tanam sebaiknya tidak terlalu rapat. Saat musim hujan, penanaman menggunakan jarak tanam lebih lebar lebih baik daripada metode sebar. Jika menggunakan metode sebar, akan ada beberapa titik yang terlalu rimbun. Tanaman yang terlalu rimbun akan menghalangi sinar matahari. Akibatnya, udara di bawah mahkota tanaman menjadi lembab. Ini bisa diamati dari sering ditemukannya jamur pada batang bawah.  

Mulsa
Bukan cuma tanaman pertanian yang tumbuh subur saat musim hujan. Rumput juga lebih cepat tumbuh karena memperoleh cukup air. Ini berarti petani harus lebih rajin melakukan penyiangan. Atau untuk mengurangi pekerjaan di lahan, bisa menggunakan mulsa.

Mulsa berfungsi menutup permukaan kosong  di sekitar tanaman, sehingga benih rumput tidak memperoleh sinar matahari. Tanpa sinar matahari, benih rumput tidak akan tumbuh.

Green house/ sungkup plastik
Angin kencang juga kerap terjadi saat musim hujan. Untuk melindungi tanaman dari terpaan angin, sungkup plastik atau green house bisa menjadi pilihan. Meskipun demikian, kedua cara ini umumnya diterapkan untuk lahan yang tidak terlalu luas.

Pestisida nabati
Serangan hama cenderung meningkat saat musim hujan, dan menyebabkan penggunaan pestisida ikut bertambah. Akibatnya, biaya pengendalian hama dan penyakit jadi meningkat. Untuk menekan biaya ini, sebaiknya gunakan pestisida nabati. Selain itu, pestisida nabati relatif lebih aman untuk lingkungan, meski digunakan setiap hari.

Perekat pestisida
Salah satu penyebab meningkatnya serangan hama saat musim hujan adalah karena pestisida yang baru saja disemprotkan terbuang percuma karena terguyur hujan. Larutan pestisida berbahan dasar air. Ketika disemprotkan, pestisida membentuk butiran-butiran pada permukaan daun. Butiran ini mudah jatuh ke permukaan tanah jika terkena angin atau terguyur air, apalagi kalau daun memiliki lapisan lilin yang tebal.

Untuk memperlama kontak pestisida pada daun, pestisida dapat ditambahi perekat. Perekat pestisida berupa cairan yang dicampur bersama larutan pestisida. Petani bisa membeli perekat pestisida bisa dibeli di toko-toko pertanian atau membuat sendiri. (vno)