BMKG memperkirakan mulai Oktober, Indonesia akan bisa menikmati hujan. Sama seperti datangnya kemarau yang tidak serentak, hujan juga akan mengguyur wilayah Indonesia secara bertahap, dimulai dari wilayah Sumatera.
Di satu sisi, hujan akan memutus kesulitan air dan kebakaran di sebagian besar wilayah. Di sisi lain, musim penghujan jadi salah satu tantangan bagi petani sayur. Udara lembab dan dingin sering memicu serangan jamur dan kebusukan pada tanaman sayur. Karenanya, sebagian petani enggan menanam sayuran di musim hujan. Hasilnya berdampak pada naiknya harga sayuran di musim hujan karena pasokan sayuran berkurang.
Namun bagi yang bisa melihat masalah tersebut sebagai peluang, keuntungan besar justru bisa diraih. Selain karena turunnya persaingan usaha, hujan mengurangi tenaga untuk menyirami sayuran. Selain itu, ada beberapa jenis sayuran yang cocok ditanam di musim hujan. Secara umum, sayuran ini cepat panen dan modal yang tidak terlalu besar, sehingga resiko kegagalan bisa ditekan. Yang terpenting adalah memastikan adanya parit, sehingga air tidak menggenang. Teknik berikutnya, bisa dengan sistem tanam bergilir, baik tahap semai, tanam, hingga panennya.
Kangkung
Budidaya kangkung relatif mudah. Biji kangkung bisa ditanam dengan cara disebar, meskipun lebih disarankan dengan sistem tugal. Biji kangkung kemudian ditutup dengan dengan lapisan tanah halus sekitar 0,5 cm. Usia panennya pun relatif cepat yaitu 25-30 hari sejak tanam, atau saat tingginya mencapai 15 cm. Tergantung varietasnya, kangkung dapat dipanen dengan cara dicabut atau dipotong.
Jangan khawatir soal pasarnya. Penggemar kangkung cukup banyak. Ini tercermin dari tingginya konsumsi dalam negeri. Badan Pusat Statistik memperkirakan konsumsi kangkung tahun 2016 sebesar 1,2 juta ton. Terang saja, Indonesia punya beragam olahan kangkung, di antaranya plecing kangkung, brambang asem, aneka tumis kangkung, sayur asem, dan sebagainya.
Bayam
Sama seperti kangkung, bayam sangat diminati penduduk Indonesia dan relatif mudah dibudidayakan. Perkiraan konsumsi bayam dalam negeri tahun 2016 hanya terpaut 100 ribu ton dari kangkung. Cara budidayanya pun hampir sama dengan kangkung. Penanamannya bisa dengan cara menyebar bijinya atau dengan cara tugal. Bayam juga tahan udara lembab hingga 60%. Bayam juga dapat dipanen pada usia sekitar 30 hari, yaitu saat tingginya sekitar 20 cm, namun belum muncul bunga.
Konsumsi bayam kerap dianjurkan kepada perempuan, karena bayam adalah sumber zat besi yang relatif terjangkau. Tercukupinya zat besi pada ibu hamil dapat mengurangi resiko pendarahan saat melahirkan.
Sawi
Tidak hanya tahan hidup di musim kemarau, sawi juga tahan terhadap guyuran hujan. Tanaman sawi membutuhkan banyak air, meskipun tidak sebanyak padi. Oleh karena itu, menanam sawi saat musim hujan sebenarnya mengurangi biaya penyiraman. Saat musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering, asal tanah lembab dan air tidak menggenang.
Bawang Daun
Bila sebagian besar jenis sayuran sangat dihindari untuk ditanam saat musim hujan, bawang daun malah dianjurkan untuk ditanam saat musim ini. Bawang daun bisa dibudidayakan dari biji. Biji bawang daun berwarna putih, dan akan menghitam saat mulai tua.
Bawang daun ini seperti sudah jadi bumbu wajib ada di dapur. Daripada sebagai bahan utama, bawang daun lebih banyak digunakan campuran bahan untuk memasak. (vno)