Login

Genjot Produksi Pangan Nasional, Peringatan Hari Pangan Sedunia Promosikan Pertanian di Lahan Rawa

Dipublikasikan pada 29 Oktober 2018 18:10:08

Berita & Artikel

Tema yang diangkat pada perhelatan nasional Hari Pangan Sedunia tersebut sesuai dengan tema yang diusung Badan Pangan Dunia  Pada Hari Pangan Sedunia ke-38 ini, Organisasi Pangan Dunia (FAO) mengusung tema “Our Actions are Our Future“ atau “Aksi Kita Masa Depan Kita”, untuk memperkuat tekad untuk mencapai ketahanan pangan dan mewujudkan dunia yang bebas kelaparan pada tahun 2030.

Dukungan Indonesia terhadap setiap upaya dunia untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan nutrisi disampaikan pula dalam sidang ke-45 Comittee on World Food Security (CFS) ke – 45 di Roma, Italia yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini. 

Peringatan Hari Pangan Sedunia yang berlangsung tanggal 18 – 21 Oktober 2018 di Kalimantan Selatan ini dibuka oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan dihadiri juga oeh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan FAO untuk Indonesia, Gubernur Kalimantan Selatan, duta besar dari beberapa negara, dan tamu-tamu penting lainnya. 

Teknologi pertanian di lahan rawa merupakan salah satu metode pertanian inovatif yang merupakan solusi baru dari pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan pangan Indonesia. Melalui keterangan tertulis, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa termanfaatkannya lahan rawa di Kalimantan Selatan, menjadi obatnya paceklik. Lahan rawa menjadi solusi baru untuk menghasilkan pangan, terutama beras, sehingga paceklik yang berlangsung dari November hingga Januari di Pulau Jawa, tidak menyebabkan stok padi nasional turun drastis.

Menurut pemetaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, total luas lahan rawa Indonesia sekitar ± 34,93juta hektar. Dari luas tersebut, lebih dari 9 juta hektar merupakan lahan rawa pasang surut yang punya potensi untuk produksi pertanian. Lahan potensial tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Papua, dan Kalimantan“Kami sangat senang bahwa Kementerian Pertanian mempromosikan penerapan praktik-praktik pertanian yang baik terkait penerapan model FAO untuk intensifikasi produksi pangan yang berkelanjutan, termasuk mengurangi penggunaan pestisida melalui pengendalian hama terpadu, “ ujar perwakilan Organisasi Pangan Dunia, Stephen Rudgard, dalam pidato pembukaannya,.