Login

Kenali Kondisi Tanah Dari Warnanya

Dipublikasikan pada 05 Agustus 2019 00:00:00

Berita & Artikel

Untuk tumbuh dan berbuah, tanaman membutuhkan nutrien dalam jenis dan jumlah yang cukup. Sebagian besar nutrien ini diserap oleh tanaman melalui akar. Oleh karenanya, kondisi tanah menjadi penting untuk mendukung kebugaran dan performa akar.

Salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui kondisi tanah adalah dengan mengamati warnanya. Tanah merupakan campuran dari berbagai bahan, baik secara alami, maupun karena penambahan. Warna tanah dipengaruhi oleh 4 hal yaitu kandungan mineral, kandungan bahan organik, keberadaan unsur besi, dan kandungan air.

Warna tersebut juga terkadang tidak merata, karena bahan-bahan tadi sulit bercampur sempurna dengan tanah. Akibatnya, kadang ditemukan tanah dengan bercak-bercak atau bongkahan tanah yang berbeda warna.

Selain dari warna, kesuburan tanah juga bisa diperkirakan dari teksturnya. Pada dasarnya, tanah yang subur harus memiliki aerasi dan drainase yang baik. Drainase adalah kemampuan tanah untuk dialiri air, sedangkan aerasi adalah kandungan oksigen dalam tanah.

Berikut beberapa warna tanah yang sering ditemukan.

  1. Hitam
    Tanah yang mengandung bahan organik dalam jumlah tinggi cenderung berwarna hitam, atau setidaknya berwarna coklat gelap.  Selain itu, saat digenggam di tangan, tanah akan sedikit melekat dan meninggalkan kesan “berdebu“. Keberadaan natrium dalam tanah juga mempengaruhi kepekatan warna bahan organik. Natrium membantu bahan organik menyebar lebih merata, sehingga warna tanah menjadi lebih gelap dan lebih merata.

  2. Merah
    Unsur besi yang ada dalam tanah ini bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan warna merah seperti karat. Warna merah yang lebih gelap mengisyaratkan adanya bahan organik selain unsur besi. Karat baru bisa terbentuk jika ada air dan oksigen yang cukup. Sehingga bisa juga dikatakan bahwa warna merah pada tanah mengindikasikan tanah tersebut memiliki drainase dan aerasi yang baik.

  3. Kuning
    Tanah yang mengandung besi juga bisa memiliki warna kuning kecoklatan. Perbedaan warna ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya rendahnya kandungan bahan organik, adanya reaksi yang berbeda antara besi dan oksigen, dan kurangnya air dan oksigen dalam tanah. Tanah yang lebih basah memiliki warna yang lebih gelap.

  4. Abu-abu keputihan
    Warna abu-abu lebih sering dihubungkan dengan drainase tanah yang jelek. Tanah berwarna abu-abu juga diduga mengandung pasir dalam jumlah besar, sehingga tidak dapat menyimpan air.

  5. Putih
    Warna putih pada lapisan tanah bawah biasanya karena mengandung kapur (kalsium karbonat). Warna ini biasanya muncul karena lapisan tanah paling atas mengalami pengikisan, baik karena hujan atau aliran air lainnya. Tanah dengan warna putih adalah tanah yang paling sedikit unsur haranya. Tanah cenderung berpasir, sehingga drainase dan aerasinya pun buruk.

Secara umum, semakin gelap warna tanah, semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Di samping itu, produktivitas tanaman biasanya menurun berdasarkan warna tanah berikut: hitam, cokelat, merah, kuning, putih. Warna gelap juga menyerap lebih banyak panas daripada warna cerah, sehingga pada siang hari, tanah berwarna gelap mudah panas dan kering.(vno)