Login

Membangun Perkebunan Teh Rakyat di Dataran Rendah

Dipublikasikan pada 30 Juli 2019 14:50:20

Berita & Artikel

Tanaman teh merupakan salah satu tanaman penyegar yang biasanya ditanam di pegunungan dengan ketinggian 400 – 2000 mdpl dengan kondisi suhu antara 14 – 25 derajat. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman teh akan terasa baik apabila didukung dengan kelembapan udara yang cukup serta tekstur tanah yang baik.

Di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat tepatnya di Kecamatan Sepauk Perkebunan teh rakyat dataran rendah tengah dikembangkan hasil kerja Solidaridad, Indonesia Tea Marketing Association (ITMA) dan Pemkab Sintang. Perkebunan teh rakyat ini masih berupa demo plot dengan menanam klon teh hasil persilangan Upasi 9 dengan sinensis dan TRI yang didatangkan dari Jawa dan India. Uniknya demplot teh ini ditanam pada ketinggian 20 mdpl dengan suhu udara 32 derajad, sehingga hal ini merupakan hal baru bagi tanaman teh. Mengingat ketinggian tanah yang cukup rendah ditambah dengan udara yang panas, meski demikian tanaman teh tersebut tumbuh subur. Pada usia tanaman 13 bulan tinggi tanaman telah mencapai 110 Cm dan telah dilakukan pemangkasan (Cutting) dan jendangan.

Bupati Sintang mengapresiasi pembukaan kebun demplot teh di Kecamatan Sepauk, Sintang yang telah dikerjakan oleh Solidaridad, ITMA, Keling Kumang dan Pemkab Sintang. Dalam pembukaan workshop di Balai Ruai (23/7), Bupati menyatakan Pemkab Sintang akan mendukung dan mendorong agar perkebunan teh rakyat dapat dibuka di Kabupaten Sintang. Rencananya melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang akan membangun demplot teh baru di Kecamatan lain serta membuka 5000 Ha lahan untuk komoditi teh. Bibit teh akan didatangkan dari Jawa sehingga nantinya komoditi teh akan dikembangkan di Sintang.

Selanjutnya dalam acara Workshop Pengenalan Komoditi Teh, calon petani teh, PPL dan Dinas terkait dilibatkan untuk menerima materi dasar tentang sistem budidaya teh hingga prospek bisnis dari komoditi teh. Selain workshop, acara pengenalan komoditi teh dilanjutkan dengan sekolah lapang di kebun demplot teh. disana peserta mendapat bimbingan teknis sekaligus Praktik budidaya, perawatan sekaligus pemanenan tanaman teh. Calon petani teh di Sintang yang selama ini belum pernah melihat tanaman teh, kini lebih akrab dan lebih mengenal tanaman teh. Hingga saat ini calon petani teh bersedia  membuka lahan untuk ditanami teh. Sebelumnya petani di Sintang sebagian besar membudidayakan tanaman karet dan sawit. Teh menjadi tanaman baru yang akan dikembangkan oleh petani, dan berharap kedepannya teh dapat memberikan nilai tambah yang baik bagi petani.



Rencana kedepan disampaikan oleh Bupati Sintang bahwa Pemkab Sintang akan membangun beberapa demo plot teh di Kecamatan lain serta menyiapkan 5000 Ha lahan untuk perkebunan teh, dimana nantinya bibit teh akan didatangkan dari Jawa. Sehingga kedepan Sintang memiliki potensi sebagai daerah penghasil teh dan dapat mendukung industry teh nasional. Tutup Jarot, Bupati Sintang. (NCH)