Login

Permintaan Pasar Tinggi, Berikut Potensi Budidaya Bawang Putih

Dipublikasikan pada 17 Mei 2019 14:16:25

Berita & Artikel

Bawang putih merupakan tanaman umbi yang banyak ditanam di dunia. Tanaman bawang putih berasal dari daerah subtropis. Di Indonesia, Sutarto dkk tahun 2004 menyatakan, tanaman bawang putih biasa dibudidayakan di dataran tinggi, dengan ketinggian antara 1000 -1600 m di atas permukaan laut (dpl).  Bawang putih adalah komoditi pertanian yang banyak dibutuhkan penduduk di dunia, terutama dimanfaatkan sebagai bahan penambah penyedap atau pewangi beberapa jenis makanan.

Menurut penelitian Prasonto dkk tahun 2017, selain digunakan sebagai bahan masakan, bawang putih juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, karena adanya senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan ini dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung, melindungi sistem syaraf, hingga menguatkan sistem imun. Banyaknya manfaat dan tingginya permintaan pasar terhadap bawang putih ini, menjadikan bawang putih sebagai komoditas yang menjanjikan untuk dibudidayakan. Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat adanya tren peningkatan permintaan bawang putih Indonesia. Pada tahun 1983, permintaan bawang putih masih berada di kisaran 49 ribu ton. Angka ini naik hingga di atas 2,5 juta ton pada tahun 2013.

Produksi bawang putih di Indonesia saat ini masih jauh dari angka kebutuhan masyarakat dan industri makanan, hal ini yang menyebabkan pemerintah masih harus melakukan impor dari luar negeri. Tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengeluarkamn ijin impor bawang putih sebesar 115.765 Ton pada akhir bulan April 2019 kemarin. Dilihat dari tingginya permintaan pasar akan kebutuhan bawang putih di Indonesia, seharusnya hal ini menjadikan peluang bagi petani untuk menanam bawang putih. Sebagai gambaran, beginilah analisis usaha budidaya bawang putih.

Biaya tetap
biaya tetap
Diasumsikan jika lahan yang disewa luasnya 1000 m2, berat umbi bibit bawang putih 5 gram, dan jarak tanam yang digunakan adalah 20x20 cm, maka jumlah kebutuhan bibit bawang putih sebanyak 137,5 kg.

Biaya Variabel

Biaya Total               
= Biaya Tetap + Biaya Variabel

= 2.034.000 + 7.063.750

= 9.097.750

Jika harga bawang putih per 10 Mei 2019 adalah Rp. 30.000, maka penghasilan yang diperoleh setiap panen adalah :