Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu komoditas buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman stroberi berasal dari benua Amerika, yakni tepatnya Chili. Meski bukan tanaman asli Indonesia stroberi ternyata dapat tumbuh dan berkembang di beberapa daerah Indonesia di pegunungan yang iklimnya sejuk. Menurut penelitian Sutopo pada tahun 2016, tanaman ini masuk di Indonesia sekitar tahun 1980-an dan mulai dikembangkan secara luas tahun 1990-an.
Buah stroberi dapat dikonsumsi segar atau dalam bentuk olahan seperti sirup, selai, dodol, manisan dan bahan tambahan pada kue atau es. Menurut Hanif dkk pada tahun 2008, dalam stroberi terdapat banyak senyawa kimia, yang beberapa diantaranya berkhasiat untuk melawan penyakit kanker dan penyakit jantung. Selain itu juga bisa untuk mempercantik kulit, memutihkan gigi, menghilangkan bau mulut, dan meningkatkan kekuatan otak. Dengan banyaknya khasiat pada stroberi membuat permintaan buah stroberi meningkat, karena bertambahnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat.
Namun demikian, penelitian oleh Sutopo pada 2016 menyebutkan bahwa produksi stroberi dari petani masih sangat kurang sehingga belum mencukupi permintaan yang terus bertambah. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi para petani untuk mulai menanam stroberi. Sebagai gambaran, berikut adalah contoh perhitungan analisis bisnis stroberi.
Biaya-Biaya
a. Biaya tetap
|
No |
Uraian |
Jumlah |
Unit |
Harga per unit (Rp) |
Jumlah (Rp) |
|
1 |
Sewa Tanah |
0,1 |
hektar |
15.000.000 |
1.500.000 |
|
2 |
Alat-alat Pertanian |
|
|
|
500.000 |
|
3 |
Pajak dan Iuran |
|
|
|
34.000 |
|
Sub Total Biaya Tetap |
2.034.000 |
||||
Dengan asumsi jarak tanam yang digunakan adalah 25 cm x 25 cm, bibit stroberi yang dibutuhkan untuk 0,1 hektar sebanyak 16.000 batang.
b. Biaya Variabel
|
No |
Uraian |
Jumlah |
Unit |
Harga per unit (Rp) |
Jumlah (Rp) |
|
1 |
Bibit |
16000 |
Batang |
1.500 |
24.000.000 |
|
2 |
Pupuk Kandang |
4 |
Ton |
100.000 |
400.000 |
|
3 |
Pupuk Daun |
3 |
Paket |
45.000 |
135.000 |
|
4 |
Pupuk Buah |
3 |
Paket |
45.000 |
135.000 |
|
5 |
NPK Mutiara |
5 |
Kg |
35.000 |
175.000 |
|
6 |
Dolomit |
50 |
Kg |
100 |
5.000 |
|
7 |
Garam |
50 |
Kg |
500 |
25.000 |
|
8 |
Pestisida |
5 |
Kg |
40.000 |
200.000 |
|
9 |
Bekatul |
50 |
Kg |
2.000 |
100.000 |
|
10 |
Mulsa Plastik |
1.5 |
Rol |
370.000 |
555.000 |
|
11 |
Tenaga Kerja Pengolahan tanah & pembuatan bedengan |
8 |
HOK |
15.000 |
120.000 |
|
12 |
Tenaga Kerja pemasangan pupuk, kapur pertanian & mulsa plastik |
8 |
HOK |
15.000 |
120.000 |
|
13 |
Penanaman |
2.7 |
HOK |
15.000 |
40.500 |
|
14 |
Pemeliharaan tanaman |
7.5 |
HOK |
15.000 |
112.500 |
|
15 |
Panen dan pasca panen |
45 |
HOK |
15.000 |
675.000 |
|
Sub Total Biaya Variabel |
26.798.000 |
||||
Biaya Total Setahun
= Biaya Tetap + Biaya Variabel
= 2.034.000 + 26.798.000
= 28.832.000
Potensi Pendapatan
Dalam budidaya tanaman stroberi, perlu juga memperhitungkan persentase benih yang dapat berbunga dan berbuah. Kemampuan setiap batang tanaman untuk menghasilkan buah berbeda-beda. Pada tanaman stroberi, biasanya hanya sekitar 80% yang produktif. Dalam analisis ini, produktivitas diasumsikan sebesar 0,4 kg/tanaman/tahun. Meskipun demikian, dengan perawatan yang baik, produktivitas tanaman stroberi dapat mencapai 0,7 kg/tanaman/tahun.
Harga jual stroberi berkisar antara Rp 8.000 - Rp 40.000 per kg. Bahkan bisa mencapai Rp 80.000 per kg. Dalam analisis ini, harga jual yang digunakan adalah harga rata-rata Rp 25.000 per kg
|
Produksi per tahun |
80% x 16.000 tanaman x 0,4 kg |
5.120 kg |
|
Penerimaan kotor per tahun |
5.120 kg x Rp. 25.000 |
Rp. 128.000.000 |
|
Biaya total per tahun |
|
Rp. 28.832.000 |
|
Pendapatan per tahun |
Rp. 128.000.000 – Rp. 28.832.000 |
Rp. 99.168.000 |
Dalam 1 tahun, tanaman stroberi ini dapat dipanen hingga 5 kali, sehingga pendapatan dari budidaya stroberi dalam 1 kali panen
= Pendapatan 1 tahun : 5
= Rp. 99.168.000 : 5
= Rp. 19.833.600